sekolahsalor.com

Loading

tulisan tangan contoh surat izin tidak masuk sekolah

tulisan tangan contoh surat izin tidak masuk sekolah

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah Tulisan Tangan: Panduan Lengkap dan Praktis

Surat izin tidak masuk sekolah tulisan tangan masih menjadi cara yang umum dan diterima untuk memberitahukan pihak sekolah mengenai ketidakhadiran siswa. Meskipun komunikasi digital semakin marak, surat tulisan tangan tetap memiliki nilai personal dan menunjukkan keseriusan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai contoh surat izin tidak masuk sekolah tulisan tangan, memberikan panduan praktis, serta tips agar surat izin Anda efektif dan profesional.

Mengapa Surat Izin Tulisan Tangan Masih Relevan?

Di era digital, mengirimkan pesan singkat atau email terasa lebih cepat dan mudah. Namun, surat izin tulisan tangan memiliki beberapa keunggulan:

  • Keterbatasan Akses: Tidak semua orang tua memiliki akses mudah ke internet atau perangkat digital, terutama di daerah-daerah tertentu.
  • Nilai Personal: Surat tulisan tangan menunjukkan perhatian dan keseriusan dalam memberitahukan ketidakhadiran anak.
  • Persyaratan Sekolah: Beberapa sekolah mungkin masih mewajibkan atau lebih menghargai surat izin yang ditulis tangan, terutama untuk alasan-alasan tertentu.
  • Bukti Fisik: Surat tulisan tangan dapat disimpan sebagai bukti fisik jika diperlukan di kemudian hari.

Struktur Surat Izin Tidak Masuk Sekolah Tulisan Tangan yang Baik

Sebuah surat izin yang baik harus memiliki struktur yang jelas dan informatif. Berikut adalah struktur yang disarankan:

  1. Tanggal Surat: Cantumkan tanggal surat ditulis di pojok kanan atas. Format tanggal yang umum digunakan adalah hari/bulan/tahun. Contoh: 15 Agustus 2024.

  2. Yth. Bapak/Ibu Wali Kelas (Nama Kelas): Tuliskan kepada siapa surat ditujukan. Pastikan nama wali kelas dan kelas anak Anda ditulis dengan benar. Contoh: Yth. Bapak Budi Santoso, Wali Kelas VII-A.

  3. Salam Pembukaan: Gunakan sapaan pembuka yang sopan, misalnya “Hormat kami” atau “Assalamualaikum Wr.Wb.” (jika relevan).

  4. Isi surat: Bagian inti surat yang menjelaskan alasan ketidakhadiran. Isi surat harus jelas, ringkas, dan jujur.

  5. Ucapan Terima Kasih: Sampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan pengertian pihak sekolah.

  6. Salam Penutup: Gunakan salam penutup yang sopan, seperti “Hormat saya,” atau “Wassalamualaikum Wr. Wb.” (jika relevan).

  7. Tanda Tangan dan Nama Orang Tua/Wali: Tanda tangan orang tua/wali di atas nama lengkap. Pastikan tanda tangan jelas dan mudah dibaca.

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah karena Sakit (Tulisan Tangan)

[Tanggal Surat: 15 Agustus 2024]

Yth. Bapak Budi Santoso, Wali Kelas VII-A

SMP Negeri 1 Bandung

Dengan hormat,

Dengan surat ini, saya memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Siswa]siswa kelas VII-A, tidak dapat masuk sekolah pada hari ini, Kamis, 15 Agustus 2024, karena sakit demam.

Kami telah membawa [Nama Siswa] ke dokter dan disarankan untuk istirahat di rumah agar kondisinya pulih.

Atas perhatian dan pengertian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

salam saya,

[Tanda Tangan]

[Nama Orang Tua/Wali: Ani Suryani]

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah karena Keperluan Keluarga (Tulisan Tangan)

[Tanggal Surat: 16 Agustus 2024]

Yth. Ibu Siti Rahayu, Wali Kelas VIII-B

SMP Harapan Bangsa

Dengan hormat,

Melalui surat ini, saya selaku orang tua dari [Nama Siswa]siswa kelas VIII-B, memberitahukan bahwa anak saya tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, dikarenakan adanya keperluan keluarga yang mendesak.

Kami sekeluarga harus menghadiri acara pernikahan saudara di luar kota.

Mohon kiranya Ibu dapat memberikan izin kepada anak saya. Atas perhatian dan pengertian Ibu, saya ucapkan terima kasih.

salam saya,

[Tanda Tangan]

[Nama Orang Tua/Wali: Rina Wijaya]

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah karena Mengikuti Kegiatan (Tulisan Tangan)

[Tanggal Surat: 17 Agustus 2024]

Yth. Bapak/Ibu Wali Kelas IX-C

SMA Merdeka

Dengan hormat,

SAYA, [Nama Orang Tua/Wali]orang tua dari [Nama Siswa]siswa kelas IX-C, memberitahukan bahwa anak saya tidak dapat masuk sekolah pada hari Sabtu, 17 Agustus 2024, karena mengikuti kegiatan lomba cerdas cermat tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.

[Nama Siswa] merupakan perwakilan dari sekolah dalam lomba tersebut.

Mohon kiranya Bapak/Ibu dapat memberikan izin. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

salam saya,

[Tanda Tangan]

[Nama Orang Tua/Wali: Joko Susilo]

Tips Menulis Surat Izin Tulisan Tangan yang Efektif

  • Gunakan Kertas Bersih: Hindari menggunakan kertas yang kusut, robek, atau kotor.
  • Tulisan Rapi dan Jelas: Tulis dengan tulisan tangan yang rapi, mudah dibaca, dan hindari coretan. Jika perlu, gunakan pulpen dengan tinta hitam atau biru.
  • Bahasa yang Sopan dan Formal: Gunakan bahasa yang sopan dan formal. Hindari penggunaan bahasa slang atau bahasa gaul.
  • Jelaskan Alasan dengan Jujur: Jelaskan alasan ketidakhadiran dengan jujur dan spesifik. Hindari memberikan alasan yang dibuat-buat atau tidak jelas.
  • Sertakan Bukti Pendukung (Jika Ada): Jika memungkinkan, sertakan bukti pendukung seperti surat keterangan dokter (jika sakit) atau surat undangan (jika ada acara).
  • Mintalah Izin Secepat Mungkin: Usahakan untuk mengirimkan surat izin secepat mungkin, idealnya sebelum hari ketidakhadiran.
  • Konfirmasi dengan Pihak Sekolah: Setelah mengirimkan surat izin, sebaiknya konfirmasikan dengan pihak sekolah (wali kelas atau bagian administrasi) untuk memastikan surat telah diterima.
  • Perhatikan Tata Bahasa: Pastikan tata bahasa yang digunakan benar dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Hindari Singkatan yang Tidak Lazim: Hindari penggunaan singkatan yang tidak lazim atau sulit dipahami.
  • Periksa Kembali Surat: Sebelum ditandatangani dan diserahkan, periksa kembali surat izin untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau informasi yang kurang lengkap.

Dengan mengikuti panduan dan contoh di atas, Anda dapat membuat surat izin tidak masuk sekolah tulisan tangan yang efektif, informatif, dan profesional. Hal ini akan membantu menjaga komunikasi yang baik antara orang tua/wali dengan pihak sekolah.