7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya
7 Sekolah Kedinasan yang Relatif Lebih Mudah Dimasuki: Peluang Emas Meraih Karier Gemilang
Memasuki sekolah kedinasan menjadi dambaan banyak calon mahasiswa. Selain biaya pendidikan yang umumnya ditanggung negara, lulusan sekolah kedinasan biasanya langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, persaingan yang ketat seringkali menjadi tantangan utama. Artikel ini akan membahas 7 sekolah kedinasan yang secara relatif lebih mudah dimasuk dibandingkan yang lain, memberikan gambaran jelas mengenai persyaratan, proses seleksi, dan prospek karier yang ditawarkan.
1. Politeknik Statistika STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)
STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Sekolah ini menawarkan program studi statistika terapan yang sangat relevan dengan kebutuhan data di berbagai sektor. Mengapa STIS relatif lebih mudah dimasuki? Meskipun memiliki reputasi yang baik, STIS cenderung kurang populer dibandingkan sekolah kedinasan lain yang menawarkan program studi yang lebih umum seperti keuangan atau administrasi.
- Program Studi: Statistika (Diploma III & Sarjana Terapan), Komputasi Statistik (Diploma III), dan Statistika Ekonomi (Sarjana Terapan).
- Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (sebagian program studi), usia maksimal, nilai minimal (biasanya nilai matematika menjadi prioritas). Persyaratan detail selalu diumumkan setiap tahun.
- Proses Seleksi: Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang meliputi tes potensi akademik (TPA), tes matematika, tes bahasa Inggris, psikotes, dan wawancara. SKB dapat bervariasi tergantung program studi.
- Prospek Karier: Lulusan STIS akan diangkat menjadi CPNS di BPS seluruh Indonesia. Tugasnya meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data statistik untuk berbagai keperluan. Selain di BPS, lulusan STIS juga berpeluang bekerja di instansi pemerintah lain yang membutuhkan ahli statistik, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan Bank Indonesia.
- Kiat: Kuasai matematika dengan baik, terutama statistika dasar. Latihan soal-soal SKD dan SKB secara rutin. Pahami visi dan misi BPS. Ikuti perkembangan informasi terkait STIS melalui website resmi dan media sosial BPS.
2. Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD (PTDI-STTD)
Dahulu dikenal sebagai Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), PTDI-STTD berada di bawah Kementerian Perhubungan. Sekolah ini fokus pada pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang transportasi darat. PTDI-STTD seringkali kurang menjadi pilihan utama karena citranya yang dianggap kurang bergengsi dibandingkan sekolah kedinasan lain yang lebih populer. Namun, kebutuhan akan ahli transportasi darat terus meningkat, menjadikan lulusan PTDI-STTD sangat dibutuhkan.
- Program Studi: Diploma IV Transportasi Darat, Diploma III Manajemen Transportasi Jalan, Diploma III Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan lain-lain (tergantung kebijakan setiap tahun).
- Persyaratan Umum: WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (sebagian program studi), tinggi badan minimal, usia maksimal, nilai minimal (biasanya IPA menjadi prioritas). Persyaratan detail selalu diumumkan setiap tahun.
- Proses Seleksi: Seleksi Administrasi, SKD menggunakan sistem CAT, Seleksi Lanjutan (Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan, Psikotes, dan Wawancara). Tes Kesamaptaan menguji kemampuan fisik seperti lari, push-up, sit-up, dan shuttle run.
- Prospek Karier: Lulusan PTDI-STTD akan diangkat menjadi CPNS di Kementerian Perhubungan atau instansi pemerintah daerah yang terkait dengan transportasi darat. Tugasnya meliputi perencanaan, pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian transportasi darat. Peluang karier juga terbuka di perusahaan transportasi swasta.
- Kiat: Persiapkan fisik dengan baik untuk menghadapi tes kesamaptaan. Pahami isu-isu terkini terkait transportasi darat di Indonesia. Pelajari peraturan perundang-undangan terkait transportasi. Jaga kesehatan dan stamina.
3. Politeknik Imigrasi (POLTEKIM)
POLTEKIM adalah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sekolah ini mendidik calon petugas imigrasi yang profesional dan berintegritas. POLTEKIM mungkin kurang populer karena citranya yang dianggap lebih spesifik dibandingkan sekolah kedinasan lain yang menawarkan program studi yang lebih umum.
- Program Studi: Diploma IV Hukum Keimigrasian.
- Persyaratan Umum: WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tinggi badan minimal, usia maksimal, nilai minimal. Persyaratan detail selalu diumumkan setiap tahun.
- Proses Seleksi: Seleksi Administrasi, SKD menggunakan sistem CAT, Seleksi Lanjutan (Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan, Psikotes, Wawancara, dan Pengamatan Fisik dan Keterampilan).
- Prospek Karier: Lulusan POLTEKIM akan diangkat menjadi CPNS di Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Tugasnya meliputi pengawasan keimigrasian, penegakan hukum keimigrasian, pelayanan keimigrasian, dan intelijen keimigrasian. Penempatan bisa di kantor imigrasi di seluruh Indonesia, bandara, pelabuhan, atau pos lintas batas negara.
- Kiat: Persiapkan fisik dengan baik untuk menghadapi tes kesamaptaan. Pahami tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Imigrasi. Pelajari Undang-Undang Keimigrasian. Jaga penampilan dan kemampuan berkomunikasi.
4. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP)
POLTEKIP juga berada di bawah Kemenkumham. Sekolah ini mendidik calon petugas pemasyarakatan yang profesional dan humanis. Sama seperti POLTEKIM, POLTEKIP mungkin kurang populer karena citranya yang dianggap lebih spesifik.
- Program Studi: Diploma IV Teknik Pemasyarakatan.
- Persyaratan Umum: WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tinggi badan minimal, usia maksimal, nilai minimal. Persyaratan detail selalu diumumkan setiap tahun.
- Proses Seleksi: Seleksi Administrasi, SKD menggunakan sistem CAT, Seleksi Lanjutan (Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan, Psikotes, Wawancara, dan Pengamatan Fisik dan Keterampilan).
- Prospek Karier: Lulusan POLTEKIP akan diangkat menjadi CPNS di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham. Tugasnya meliputi pembinaan narapidana dan tahanan, pengamanan lembaga pemasyarakatan, dan reintegrasi sosial narapidana. Penempatan bisa di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan negara (rutan) di seluruh Indonesia.
- Kiat: Persiapkan fisik dengan baik untuk menghadapi tes kesamaptaan. Pahami tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pelajari Undang-Undang Pemasyarakatan. Kembangkan kemampuan berkomunikasi dan berempati.
5. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
STIN berada di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Sekolah ini mendidik calon agen intelijen yang handal. Meskipun terkesan eksklusif, STIN memiliki kuota penerimaan yang relatif lebih besar dibandingkan beberapa sekolah kedinasan lain yang sangat populer.
- Program Studi: Sarjana Intelijen (berbagai peminatan).
- Persyaratan Umum: WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, usia maksimal, nilai minimal, tidak pernah terlibat tindak pidana. Persyaratan detail sangat ketat dan selalu diumumkan setiap tahun.
- Proses Seleksi: Seleksi Administrasi, SKD menggunakan sistem CAT, Seleksi Lanjutan (Tes Kesehatan, Tes Psikologi, Tes Mental Ideologi, Wawancara, dan Tes Keamanan). Proses seleksi sangat ketat dan rahasia.
- Prospek Karier: Lulusan STIN akan diangkat menjadi CPNS di BIN. Tugasnya meliputi pengumpulan, analisis, dan penyebaran informasi intelijen untuk kepentingan negara. Penempatan bisa di berbagai unit di BIN, baik di dalam maupun di luar negeri.
- Kiat: Jaga kesehatan fisik dan mental. Kuasai pengetahuan umum dan isu-isu terkini. Kembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Jaga kerahasiaan informasi.
6. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
PPI Madiun berada di bawah Kementerian Perhubungan dan fokus pada pendidikan vokasi di bidang perkeretaapian. Kurangnya popularitas dibandingkan sekolah kedinasan lain yang lebih umum membuat PPI Madiun relatif lebih mudah dimasuki.
- Program Studi: Diploma III Teknik Mekanika Perkeretaapian, Diploma III Teknik Elektro Perkeretaapian, Diploma III Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan lain-lain.
- Persyaratan Umum: WNI, sehat jasmani dan rohani, tidak but

